SEMARANG – Kelompok keilmuan Intelligent Distributed Surveillance System (IDSS) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) kembali melahirkan inovasi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kali ini, tim peneliti IDSS berhasil mengembangkan sistem berbasis Computer Vision dan Deep Learning yang dirancang untuk membantu deteksi dini berbagai jenis penyakit kulit.
Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pemindaian awal kesehatan kulit, terutama di daerah yang minim fasilitas spesialis. Melalui pemanfaatan algoritma pemrosesan citra (image processing), sistem ini mampu menganalisis foto area kulit yang bermasalah dan memberikan klasifikasi indikasi awal secara cepat.
Perwakilan tim peneliti IDSS UDINUS menyampaikan bahwa pengembangan model AI ini memanfaatkan dataset citra medis yang telah terverifikasi. "Sistem ini kami latih menggunakan arsitektur deep learning untuk mengenali pola dan karakteristik visual dari berbagai kelainan kulit. Harapannya, inovasi ini bisa menjadi alat bantu (screening tool) awal sebelum pasien melakukan konsultasi medis lebih lanjut," ujarnya.
Ke depan, tim IDSS UDINUS berencana untuk terus meningkatkan akurasi model serta mengintegrasikannya ke dalam platform aplikasi mobile. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen IDSS UDINUS dalam menghadirkan riset teknologi terapan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan dunia kesehatan.